Disdik Lubuklinggau Bantah Ada Siswa Titipan di SPMB, Sebut Hanya Bantu Warga yang Belum Paham Sistem

oleh -25 Dilihat
oleh

Lubuk Linggau – Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Asril, membantah isu adanya praktik siswa titipan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026.

Menurut Asril, seluruh proses penerimaan peserta didik baru berjalan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan. Saat ini tahapan SPMB masih berlangsung dan memasuki jalur domisili yang dijadwalkan pada 25-26 Juni 2026.

“Penerimaan siswa sudah ada jadwalnya. Awalnya melalui jalur afirmasi, kemudian tanggal 25 dan 26 Juni jalur domisili,” kata Asril, Selasa (23/6/2026).

Ia menegaskan, informasi yang menyebut adanya siswa titipan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, yang terjadi adalah bantuan kepada masyarakat yang belum memahami prosedur pendaftaran SPMB.

“Sebenarnya bukan titipan. Banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara mendaftar. Kalau kita bisa membantu mereka memahami prosesnya, tentu kita bantu. Karena mereka punya hak untuk sekolah dan mendaftar,” ujarnya.

Asril menilai istilah “titipan” tidak tepat digunakan. Bantuan yang diberikan hanya sebatas pendampingan administrasi agar calon peserta didik tidak kehilangan kesempatan mengakses pendidikan akibat minimnya pemahaman terhadap sistem pendaftaran.

Ia menjelaskan, SPMB memberikan kesempatan kepada calon siswa melalui beberapa jalur, yakni afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili. Setiap jalur memiliki kuota serta ketentuan yang harus dipenuhi peserta.

“Kalau memang berprestasi, silakan masuk melalui jalur prestasi sesuai porsinya. Mudah-mudahan sistem SPMB ini bisa menciptakan pemerataan penyebaran siswa sesuai jalurnya,” katanya.

Selain menanggapi pelaksanaan SPMB, Asril juga angkat bicara terkait video viral dugaan perundungan yang melibatkan siswi SMP di Lubuklinggau.

Ia menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan para siswa yang terlibat.

“Yang perkelahian itu sudah kita selesaikan. Sudah dimediasi dan Alhamdulillah selesai secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Disdik, lanjut Asril, juga telah meminta sekolah memberikan pembinaan kepada siswa yang terlibat. Bentuk sanksi yang diberikan berupa teguran disertai pendampingan dan konseling oleh guru Bimbingan Konseling (BK).

“Kami akan terus memberikan pemahaman dan pendampingan melalui guru BK agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya (adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.